Korban yang tertimbun batu kapur di lahan Perhutani di Dusun Tlogopule yakni, Mbah Lasmin (58) warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, Rabu (4/6/2008).
Kapolsek Semanding AKP Diyah DSC saat berada di rumah duka membenarkan keajdian tersebut.
"Kita meminta mayat untuk dibawa ke RSUD Dr R Koesma Tuban untuk diotopsi. Namun, pihak keluarga tidak mengizinkan," katanya.
Pihaknya sendiri berkali-kali memperingatkan agar tidak melakukan penggalian di area Perhutani. Apalagi penambangan yang dilakukan warga secara ilegal dengan peralatan seadanya.
"Mereka susah diingatkan. Alasannya rata-rata karena tidak ada sumber penghasilan. Jadinya banyak warga melakukan penambangan batu kapur di kawasan itu," tambahnya.
Sementara itu menurut salah satu cucunya, Dwi Leksono (12) saat itu dirinya mengirim makan ke kakeknya. Namun saat di lokasi, tubuh kakeknya tertimbun batu kapur.
"Saya mau ngirim makan mbahe (kakek), tapi saya lihat mbahe sudah tertimbun batu kapur," tutur Dwi Laksono sambil mengucurkan air mata.
Mengetahui kondisi kakeknya tertimbun batu kapur, Dwi Laksono berteriak meminta tolong. Warga yang saat itu sedang bekerja di ladang atau lahan tambang di sekitar berlarian ke TKP. Kejadian itu pun segera dilaporkan ke Kantor Desa Jadi dan Mapolsek Semanding.
Dari pantauan detiksurabaya.com, kepala korban remuk, sementara dada dan perutnya terburai keluar.
"Kasihan Mbah Lasmin, bagian tubuhnya yang masih utuh hanya kakinya," kata penambang batu kapur setempat kepada detiksurabaya.com, Hartono (31) usai evakuasi terhadap jasad korban. (fat/fat)











































