Saat itu korban yang bekerja di rumah industri kerang Mlandingan beristirahat bersama ketiga rekannya, karena ada pemadaman listrik. Mereka berempat yakni, Anshori, Purwanti, Randy dan Juanidi menuju pantai yang berjarak 1,5 kilometer.
Salah seorang rekan korban, Anshori (21) membenarkan peristiwa tersebut. "Ya kita iseng main ke pantai daripada bengong dan duduk menganggur," katanya kepada wartawan saat di lokasi, Rabu (4/6/2008).
Saat baru turun ke pantai, tiba-tiba korban melompat dari pantai dna menggaruk sekujur tubuhnya tanpa henti. Bahkan saking bingungnya akibat gatal dan rasa panas di tubuhnya, korban berlarian setengah telanjang ke bibir pantai.
"Korban terlihat berjingkrak mengaruk tubuhnya yang katanya sangat gatal dan panas. Bahkan dia juga meminta bantuan kami untuk menggaruk sekujur tubuhnya dengan menggunakan pasir pantai," kenang Randy, salah satu rekan kerja korban.
Karena gatal dan panas di tubuh korban tak kunjung sembuh, mereka pun sepakat membawa korban pulang dan membawanya ke Puskesmas Mlandingan. Saat itu, jelas Randy, seluruh permukaan kulit korban berwarna merah kehitaman.
Namun sayang, kurang lebih 30 menit dirawat di puskesmas nyawa Junaidi tak bisa diselamatkan. Salah seorang petugas Puskesmas Mlandingan, mengatakan diduga penyebab tewasnya korban akibat sengatan ubur-ubur yang beracun. (fat/fat)











































