Untuk mencari pelaku di tempat-tempat yang diduga pernah disinggahi para pelaku, polisi telah menyebarkan tim gabungan dari Polwil Malang dan Polda Jatim dengan membawa sketsa wajah pelaku yang berhasil dibuat dari keterangan para saksi.
"Penyelidikan juga kita lakukan disejumlah hotel serta restoran yang diduga disinggahi para pelaku sebelum atau setelah melakukan aksi. Semua itu dengan bermodal sketsa wajah yang telah kita buat," kata Kapolresta Malang AKBP Atang Heradi saat ditemui detiksurabaya di ruang kerjanya, Selasa (3/6/2008) siang
Atang menambahkan, untuk mengungkap para pelaku, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan jajaran lain hingga luar provinsi. "Hampir semua jajaran baik dari Polda Jatim atau wilayah Polda lain di luar provinsi kita mintai bantuan, " tegasnya.
Kesulitan lain yang dirasakan polisi dalam mengungkap kasus ini menurut Atang karena tidak adanya CCTV di lokasi serta minimnya saksi yang mengetahui kejadian perampokan.
"Memang banyak kendala yang kita temukan dalam menyelidiki kasus ini. Contohnya, minimnya saksi serta tidak dilengkapinya CCTV dalam kios bank. Karena itu hingga kini belum kita temukan titik terang," jelas Atang.
Seperti diketahui, sekitar enam pelaku perampok bercadar menyerbu Kios Bank Niaga, Jumat (30/5/2008) lalu. Para pelaku bersenjata api ini berhasil menggondol uang senilai Rp 1,350 milyar yang tengah dihitung oleh dua teller di lantai II. Selain itu, perampok juga mencinderai Subagyo satpam serta Suhariyono Supervisor Kios ATM Bank Niaga. (bdh/bdh)











































