"Setahu kami, almarhum sempat curhat kepada pacarnya saat pertemuan terakhir tanggal 17 Maret 2008. dia bercerita sedang menangani kasus besar, dan sudah hampir final. Almarhum juga mengatakan jika kasus ini selesai ingin pindah dari Polsek Beji tempat dia bertugas," tutur Anik, ibu korban saat ditemui di pembongkaran makam almarhum di TPU Pandanwangi, Malang, Selasa (3/6/2008).
Menurut ibu yang mempunyai tiga anak ini, sebelum meninggal, almarhum sempat pulang dan mengajak sang pacar untuk jalan-jalan. "Terakhir pulang tanggal 15 Maret malam. Saya sempat buatkan teh untuk dia, tapi hingga pagi belum sempat bertemu," ungkap Anik kepada detiksurabaya.
Sementara itu, Rara kekasih alamarhum Briptu Haris Kristiawan membenarkan jika pada terakhir bertemu, almarhum sempat menceritakan akan berpindah tugas dari Polsek Beji setelah dia selesai mengungkap kasus besar yang ditangani.
"Memang benar itu, waktu itu almarhum cerita saat mengajak saya jalan-jalan di Matos (Pusat perbelanjaan terbesar di Malang). Dia (almarhum, red) tak mengatakan apa kasus besar yang ditanganinya," jelas Rara saat hadir dalam pembongkaran makam.
Sayangnya, Kapolsek Beji AKP Slamet Riadi kembali memilih diam, saat detiksurabaya mencoba menanyakan kebenaran kasus yang tengah ditangani korban sebelum ditemukan koma di mess Polsek Beji tanggal 20 Maret 2008 sekitar pukul 16.20 WIB lalu. (bdh/bdh)











































