Meski luapan lumpur mengalir deras dari pusat semburan menuju ke pond 1 di Desa Siring, namun tidak sampai mengancam jalan raya maupun rel kereta api.
Dari pengamatan detiksurabaya, Selasa (3/6/2008) pagi kondisi tanggul yang jebol hingga masih belum mendapat penangangan.
Menurut Humas BPLS Ahmad Zulkarnain, pihaknya memang sengaja membiarkan tanggul tersebut karena dengan begitu bisa mengurangi volume lumpur yang ada di pusat semburan.
"Setelah volume lumpur di tanggul utama berkurang, baru tanggul yang jebol di titik 45 ditangani," kata Zulkarnain, Selasa (3/6/2008).
Zulkarnain menambahkan, penanganan nantinya juga untuk menjaga keamanan warga Desa Renokenongo yang sebagian masih bertahan di desa, serta menjaga sarana vital lainnya seperti jalan raya dan rel kereta api.
Lokasi tanggul titik 45 yang jebol berada di utara pusat semburan, dan jaraknya dengan jalan raya maupun rel kereta api sejauh sekitar 500 meter. (bdh/bdh)










































