Pernyataan itu disampaikan oleh mahasiswa dalam aksi refleksi hari lahirnya Pancasila yang mereka lakukan di bundaran DPR Jember, Senin (2/6/2008) malam. Aksi yang berlangsung pukul 19.30 WIB itu sempat memacetkan jalan di bundaran DPRD Jember.
Menurut Ketua GMNI Jember, Rico Nurfiansah, kekerasan yang dilakukan FPI terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) sudah menyalahi nilai-nilai Pancasila. "Apa yang dilakukan oleh FPI merupakan penodaan dan pengkhianatan terhadap kebhinekaan yang menjadi penyangga utama NKRI," ujar Rico. Oleh karena itu GMNI meminta pada pemerintah untuk mengusut tuntas kasus penyerangan FPI terhadap AKKBB.
Hal senada diungkapkan oleh M Affifudin dari PMII Jember. Menurutnya FPI layak untuk dibubarkan dari Indonesia. "Selain mengusut tuntas kasus tersebut, kami meminta agar FPI dibubarkan karena mereka telah menjadi preman dan menodai agama Islam," tegasnya.
Aksi yang dilakukan di bundaran DPRD itu juga diramaikan dengan sejumlah poster bertuliskan kecaman terhadap tindakan FPI. Para mahasiswa itu memplesetkan FPI menjadi "Front Perusak Indonesia" atau "Front Penghancur Integrasi".
Dalam aksinya para mahasiswa membawa obor. Mereka juga duduk-duduk di tepi jalan di bundaran tersebut sambil berorasi.
(bdh/bdh)











































