"Hasil sketsa wajah ini telah kita koordinasikan dengan seluruh jajaran Polda Jatim untuk menyamakan hasil identifikasi. Namun, sampai saat ini masih belum ada titik terang," ungkap Kapolresta Malang AKBP Atang Heradi saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (1/6/2008).
Selain menyamakan identitas pelaku melalui sketsa wajah, polisi juga mengidentifikasi sidik jari. Meski begitu sidik jari juga belum membuahkan hasil beserta jenis senpi yang digunakan pelaku.
Padahal sebelumnya, Subagyo satpam kios dan Suhariyono kepala kios mengatakan ke polisi, jika pelaku memakai senjata api mirip Revolver.
Tentang rencana menggelar reka ulang rekonstruksi kejadian batal dilakukan, Atang menjelaskan, belum perlu dilakukan.
"Sementara ini fokus saja kepada keterangan para saksi serta sketsa wajah. Jadi reka ulang kronologis kejadian batal kita gelar," katanya.
Reka ulang kronologis kejadian sendiri rencananya akan digelar penyidik, Sabtu (31/5/2008) sore, dengan menghadirkan para saksi. Namun, rencana itu batal dilakukan.
"Tujuan kita reka ulang kejadian untuk menemukan titik terang adanya keterlibatan orang dalam pada aksi perampokan itu," ujar Atang.
Sementara empat dari lima karyawan Kios Bank Niaga sudah menjalani pemeriksaan secara estafet di Polres Malang. Satu karyawan bagian Office Boy (OB) atau cleaning service yaikni Hadi Wangi (30) asal Jabung, Kabupaten Malang, belum jelas keberadaannya.
"Yang kita lakukan pemeriksaan hanya empat karyawan kios yaitu Subagyo satpam, Kepala Kios Suhariyono dan kedua teller bank. Untuk petugas cleaning service saya tidak tahu," ujarnya.
Alasan Hadi Wangi yang belum dilakukan pemeriksaan karena pada saat kejadian tidak berada di tempat kerjanya. "Fokus kita itu saksi yang melihat aksi para pelaku sementara ini. Tapi tidak menutup kemungkinan dia akan diperiksa," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, lima kawanan perampok bersenjata pistol menyerbu Kios ATM Bank Niaga di Jalan Ahmad Yani, Malang, Jumat (30/5/2008) pukul 16.30 WIB. Sebelum menggondol uang sebanyak Rp 1,350 miliar, para perampok terlebih dulu menyekap empat orang karyawan. (fat/fat)











































