Bapak beranak satu ini adalah salah satu awak sebuah perahu motor penangkap ikan yang menggunakan jaring bermesin gardan. Bersama tujuh rekan nelayan lainnya, korban saat itu bertugas menebar dan menarik jaring di sepanjang perairan Laut Kalbut.
Namun nahas, saat jaring ikan berukuran raksasa itu saat hendak ditarik menggunakan mesin penggulung, tiba-tiba kain sarung dan baju yang dikenakan Achyar tersangkut ke salah satu tampar penarik jarring. Tak hanya itu, tubuh nelayan gurem ini pun terpelanting dan terseret hingga ke mesin penarik jaring.
"Kondisi tubuhnya tercabik-cabik akibat terseret dan tergulung bersama jaring. Saking cepatnya putaran mesin penarik jaring, leher korban yang saat juga terbelit keras putaran tampar jaring, dan nyaris putus," tutur Jumadin (48), rekan seprofesi korban saat ditemui di kamar mayat RSUD Situbondo.
Mengetahui kejadian yang berlangsung begitu cepat dan tiba-tiba itu, salah seorang awak perahu motor penangkap ikan tersebut langsung mematikan mesin penarik jaring. Sedangkan sebagian lagi berusaha keras melepaskan tubuh korban dari lilitan jaring
yang langsung menewaskan korban tersebut.
"Kami baru saja akan menarik tebaran jaring garden untuk pertamakalinya. Tujuannya ya mengangkat hasil tangkapan untuk kemudian berlayar ke tengah. Saat itu posisi kami baru sejauh 7 mil dari pantai Gelung," cetus Aguswadi (39), salah seorang kerabat korban.
Mengetahui salah seorang rekan kerja mereka tewas mengenaskan, seluruh awak perahu itu akhirnya sepakat untuk tidak melanjutkan melaut dan langsung balik menuju pantai perkampungan nelayan Desa Gelung. (bdh/bdh)











































