Cara keamanan dan penghitungan yang membuat bank tersebut lengah dianggap biasa dan sudah menjadi kebiasaan Bank Niaga selama ini.
"Itu memang kebiasaan kita menghitung uang yang akan dimasukan mesin sebelum Kios ATM tutup," kata Kepala Operasional Bank Niaga cabang Malang, Kris Subanu kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (30/5/2008).
Menurut Kris Subanu, uang yang digondol kawanan perampok sebesar Rp 1,350 miliar adalah hasil operasional bank hari ini ditambah dengan pendapatan kemarin. Setelah dihitung, uang Rp 800 juta rencananya akan dimasukan ke dalam empat mesin ATM yang ada di tempat itu.
Dari pengamatan detiksurabaya, di lokasi Kios ATM yang berada di Jalan Ahmad Yani ini tidak nampak adanya kamera CCTV yang biasa digunakan memantau situasi seprti di bank-bank lainnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, lima kawanan perampok bersenjata pistol menyerbu Kios ATM Bank Niaga, Malang sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelum menguras uang yang sebelumnya diberitakan sebanyak Rp 2 miliar, para perampok terlebih dulu menyekap empat orang karyawan.
Akibat peristiwa ini, selain menguras uang yang ada di atas meja, kawanan perampok juga menganiaya dua karyawan hingga mengalami luka patah leher.
(bdh/bdh)











































