Sembilan aktivis itu terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dan LSM Relawan Perjuangan Demokrasi.
Rencananya, aksi mogok makan yang digelar sejak semalam dilakukan selama tiga hari hingga Minggu (1/6/2008) mendatang. Semula para aktivis ini berorasi dan diteruskan dengan berbaring di lantai pintu masuk TMP. Mereka pun menutup mulutnya dengan kain sebagai aksi protes.
Dari pantaun detiksurabaya.com, Jumat (30/1/2008), aksi ini menjadi perhatian warga yang nongkrong di sejumlah warung lesehan di sekitar TMP. Beberapa aparat kepolisian berpakaian preman tampak berjaga-jaga tak jauh dari lokasi.
Koordinator aksi, Ansel mengatakan aksi itu merupakan bentuk protes atas kebijakan yang diambil kepemerintahan SBY-JK.
Selain menolak naiknya BBM, aksi ini juga untuk memprotes bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. Bantuan ini kata Ansel seharusnya diberikan tanpa menunggu naiknya harga BBM. "Jangan sampai rakyat terpedaya dengan pemberian BLT, itu hanya sogokan dari pemerintah," katanya saat ditemui di lokasi.
Mogok makan ini juga didukung sejumlah ormas dan parpol. Beberapa anggota ormas dan parpol tampak duduk-duduk di samping mahasiswa yang terbaring lemas. Sementara, sejumlah mahasiswa lainnya sibuk membagikan pamflet pada pengguna jalan yang melintas.
"Kita mengajak siapapun yang perduli dengan nasib rakyat untuk bergabung dalam aksi ini," tandas mahasiswa Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ini. (fat/fat)











































