Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) pengganti Timnas terpaksa menghentikan pengoperasian spillway yang berada di Desa Penjarakan sejak 8 bulan lalu. Penghentian ini dilakukan karena pompa yang digunakan untuk membuang lumpur ke Kali Porong rusak.
"Kami memutuskan menyedot lumpur yang ada di kolam penampungan lumpur dan langsung dibuang ke Kali Porong," kata Humas BPLS Ahmad Zulkarnaen saat ditemui detiksurabaya.com di kantor BPLS, di Desa Mindi, Porong, Kamis (29/5/2008).
Sebagai pengganti spillway, BPLS kini mengoperasikan 20 unit pompa yang tersebar dihampir seluruh tanggul lumpur. Pompa ini bekerja secara bergiliran. "Masing-masing pompa punya kapasitas sedot yang berbeda-beda. Pompa ini mampu mengalirkan 90 ribu meter kubik per hari ke Kali Porong," ujar Zulkarnain.
Menurut Zulkarnaen, pengaliran lumpur ke Kali Porong dengan dilewatkan pipa yang terhubung dengan pompa bisa menghemat waktu pembuangan.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, saat ini sudah tidak nampak adanya akyivitas di sekitar spillway. Gardu pompa yang biasanya ramai para pekerja, saat ini juga nampak sepi.
Spillway merupakan parit raksasa yang dugunakan untuk mengalirkan lumpur dari pond 5 ke Kali Porong. Ada pompa yang terdapat pada spillway untuk menyedot lumpur, lalu mengalirkan lumpur ke Kali Porong. (bdh/bdh)











































