Untuk memperingati dan mengenang semburan lumpur yang mengakibatkan puluhan ribuan jiwa terusir dari tempat tinggalnya, korban lumpur Lapindo pun menggelar istighosah dan doa bersama memperingati 2 tahun semburan itu. Istighosah ini dilakukan di atas tanggul penahan lumpur di Desa Siring.
Ribuan warga ini adalah korban keganasan lumpur dari sembilan desa yang ada di sekitar luapan lumpur. Kesembilan desa itu adalah, Desa Siring, Kedung Bendo, Jatirejo, Renokenongo, Besuki, Mindi, Kedungcangkring, Pejarakan dan Desa Gempol Sari.
Selain diikuti ribuan korban lumpur, acara istighosah ini juga dihadiri Ridwan Hisjam calon wakil gubernur Jatim dari PDIP.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, Kamis (29/5/2008), pukul 07.00 WIB ribuan korban lumpur saat ini sudah memadati tanggul lokasi acara istighosah yang berada di timur rel kereta api.
Uniknya saat mengikuti istighosah, para korban lumpur Lapindo ini memakai seragam kaos berwarna putih. Kaos ini bertuliskan, "Korban Lumpur Lapindo" dan "2 Tahun Korban Lumpur Lapindo".
Sementara arus lalu lintas arah Surabaya menuju Malang dan sebaliknya di Jalan Raya Porong saat ini masih terpantau normal.
Untuk pengamanan, acara istighosah dan doa bersama korban lumpur Lapindo mendapat penjagaan ketat ratusan anggota polisi dari Polres Sidoarjo. (bdh/bdh)










































