"Kalimat Allah itu harus ditempatkan di tempat yang mulia dan harus dijaga kesuciannya," kata Ketua MUI Kabupaten Sumenep KH Syafraji kepada detiksurabaya.com, Rabu (28/5/2008).
Selain itu, KH Syafraji juga meminta agar kepiting berlafal asma Allah itu dijaga dan tidak ditempatkan disembarang tempat.
Warga sekitar yang mendengar kabar penemuan kepiting tersebut, kini terusĀ berdatangan. Mereka ingin membuktikan kebenarannya. Bahkan, Masjuri juga berencana akan mengkonsultasikan kepiting yang masih terlihat segar itu kepada orang pintar.
Kepiting yang dianggap aneh ini membuat gempar warga sekitar ditemukan Marjuki saat mencari kepiting di pesisir Pantai Panele, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Rabu (28/5/2008) pagi tadi.
Foto: Kepiting berlafal Allah temuan Masjuri warga Sumenep, Madura/Moh Hartono (bdh/bdh)











































