Aksi tersebut dilakukan di jalan masuk Lapangan Terbang Notohadinegoro Jember di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung. Di Lapter tersebut, Bambang Sudibyo mendarat sebelum menuju tempat acara peresmian unit sekolah baru di SMPN 2 Ajung.
Mahasiswa berunjuk rasa menolak kebijakan pemerintah menurunkan Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) kepada 400 ribu mahasiswa di Indonesia. Kebijakan tersebut merupakan kebijakan baru pemerintah sebagai bentuk kompensasi kenaikan harga BBM.
"Kebijakan itu sebagai bentuk penyuapan dan sogok kepada mahasiswa agar tidak kritis lagi kepada pemerintah. Kebijakan itu meninabobokan mahasiswa. Kita harus menolak kebijakan membodohkan itu," teriak salah seorang mahasiswa, M Affifudin dalam orasinya.
Seluruh lapisan mahasiswa, lanjut dia, harus menolak kebijakan yang berbauĀ penyogokan. Mahasiswa menilai kebijakan pemberian BKM sebesar Rp 500.000 per semester itu merupakan program pemerintah untuk meredam gerakan-gerakan kritis terkait kenaikan harga BBM.
Pasalnya, banyak lapisan masyarakat dan mahasiswa juga masih menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Bahkan para mahasiswa terus menuntut agar pemerintah mencabut kebijakan pemerintah yang telah menaikkan harga BBM.
Selain menolak kebijakan BKM, mahasiswa juga mengecam keras kesepakatan rektor-rektor yang mengizinkan aparat polisi masuk kampus. "Akan terjadi kasus Unas (Universitas Nasional) di perguruan tinggi lain. Akan ada lagi sederet kasus kekerasan terhadap mahasiswa di kampus," tegasnya.
Dalam aksi tersebut, sempat diwarnai aksi perampasan spanduk bertuliskan 'Menolak Kenaikan Harga BBM' oleh polisi. Sebelum aksi, dua orang polisi mengamankan spanduk tersebut. Selain itu, polisi juga melarang mahasiswa membentangkan poster dari kertas plano bertuliskan 'Menolak Kebijakan BBM Naik'. Akibatnya ketika menteri pendidikan melintas di kerumunan aksi itu, para mahasiswa tidak bisa membentangkan poster dan spanduk.
Menurut Ketua Cabang PMII Jember, Faidi Sujai, mereka mengalah dengan permintaan polisi untuk tidak membentangkan spanduk dan poster demi keamanan. "Kami tidak mau anarkis, kalau kami melawan kekuatan polisi yang berjaga jauh lebih banyak daripada kita. Namun kami sangat menyayangkan sikap intervensi polisi dengan pelarangan tersebut," katanya.
Menteri Pendidikan melintas di jalan keluar Lapter menuju kompleks SMPN 2 Ajung yang akan diresmikan. (fat/fat)











































