Penggerebekan itu sebelumnya atas laporan warga setempat. Karena melihat sekelompok siswa yang membolos dan adanya indikasi ke arah yang tidak baik.
"Warga melaporkan karena adanya indikasi ke arah yang tidak baik. Makanya kami langsung menuju TKP dan memboyong semua siswa yang ada di sana," jelas Kabag Binamitra Polres Situbondo, Kompol Taufiq Rochman kepada detiksurabaya.com saat di Mapolres Jalan PB Sudirman, Selasa (27/5/2008).
Geng bernama Salome, menurut Taufiq, hasil keterangan dari belasan siswa yang dirazia. Singkatannya yakni, 'Satu Lobang Rame-rame'. Hal itulah yang menyebabkan pihaknya untuk melakukan pembinaan ke-15 siswa SMK beserta orangtuanya di Mapolres.
Ke-15 siswa yang semuanya masih tercatat kelas 1 diantaranya lima siswa perempuan, saat digerebek polisi masih berseragam. Hingga kini polisi masih belum memperoleh keterangan tujuan serta maksud pemembentukan geng Salome.
Namun, seluruh siswa tersebut akhirnya diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi.
"Kami juga telah memanggil semua orang-tua siswa dalam kelompok itu untuk membuat pernyataan tertulis dan ditandatangani. Para orangtua juga kami tekankan untuk lebih ketat melakukan pengawasan dan pembinaan anaknya," pungkas Taufiq Rochman.
Saat dilakukan pembinaan di lantai dua Mapolres Situbondo, tampak seluruh siswa menundukkan kepala. Mereka didampingi para orangtua yang telah dikerumuni wartawan. Mereka menolak berkomentar saat wartawan menanyakan perihal anak-anaknya yang membentuk geng tersebut.
"Ndak tahu, Mas. Ndak tahu," tegas salah seorang ibu berbusana muslim usai pembinaan sembari menolak berkomentar dan meninggalkan lokasi. (fat/fat)











































