Polsek Kangean Dikepung 3 Ribu Massa

Polsek Kangean Dikepung 3 Ribu Massa

- detikNews
Senin, 26 Mei 2008 15:38 WIB
Surabaya - Sekitar 3 ribu warga Kepulauan Kangean mendatangi Polsek Kangean. Mereka mengepung Polsek Kangean Jalan Arjasa, Sumenep selama kurang lebih dua jam.

Mereka datang sebagai bentuk penolakan terhadap operasi kendaraan bodong kepolisian wilayah Kepulauan Kangean, Sumenep, Madura. Warga menolak operasi kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Sebab dinilai mengganggu aktivitas perekonomian maupun pelaksanaan pendidikan.

Ribuan warga datang beramai-ramai sambil meneriakkan yel-yel penolakan operasi kendaraan bodong. Puas menyampaikan aspirasinya, mereka bergerak ke Kecamatan Arjasa untuk menyampaikan hal serupa. Pengunjuk rasa itu pun ditemui camat dan anggota Muspika lainnya untuk mencari solusi terbaik.

"Perekonomian dan pendidikan di Pulau Kangean lumpuh sejak dua pekan terakhir, karena warga takut untuk keluar rumah dengan kendaraan bermotor," kata Koordinator Aksi warga Kepulauan Kangean, Surarawi, Senin (26/5/2008).

Menurutnya, semua jenis kendaraan yang masuk ke Pulau Kangean hanya dilengkapi dengan STNK. Transaksi jual belinya pun sah dan melalui aparat penegak hukum.

"Saya akui jika warga Kepulauan Kangean itu banyak yang memakai kendaraan bermotor yang hanya dilengkapi STNK dan sedikit yang memiliki BPKB. Tapi, bukan berarti tidak membeli secara sah," ujar Surarawi.

Dirinya menyayangkan tindakan petugas yang setiap hari aktif melakukan operasi. Padahal semula warga mendapatkan motor dan kendaraan roda empat hanya dilengkapi STNK melalui Pelabuhan Kalianget, Banyuwangi maupun Bali.

"Tidak sepenuhnya kesalahan ada di tangan warga dengan kepemilikan kendaraan yang hanya dilengkapi STNK. Melainkan petugas penegak hukum juga harus melakukan evaluasi," katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah daerah agar menjadi penengah dan mencari solusi ketidakstabilan ekonomi dan terganggunya aktivitas pendidikan di Kepulauan Kangean akibat operasi kendaraan bodong.

Menanggapi aksi warga, Kapolres Sumenep AKBP Darmawan mengaku akan melakukan evaluasi terhadap hasil operasi kendaraan bodong yang gencar dilakukan baik di kepulauan maupun di wilayah darat.

"Untuk sementara, operasi akan dihentikan sambil menunggu hasil pendataan kendaraan bermotor yang dilakukan oleh kepala desa setempat. Bagaimana hasilnya, kami akan melakukan evaluasi terlebih dahulu dan melaporkan ke polda Jatim," kata Darmawan kepada detiksurabaya.com saat di kantornya, Jalan Urip Sumuharjo.

Dia memprediksi, di Kepulauan Kangean itu banyak kendaraan bodong. Sehingga warga melakukan protes dengan operasi yang dilakukan petugas. "Operasi kendaraan bodong itu targetnya untuk melakukan registrasi kendaran di pulau yang selama ini diduga banyak kendaraan bodong masuk pulau," tuturnya.

Sementara Camat Arjasa, Sujarno dihubungi detiksurabaya.com mengaku akan mencari solusi terbaik sehingga aktivitas kepulauan kembali normal.

Sebelumnya, operasi digelar sejak 20 Mei 2008 lalu sedikitnya 30 unit kendaraan roda dua yang diduga bodong dan 2 unit roda empat diamankan di Polsek Kangean. (fat/fat)
Berita Terkait