Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi, I Putu Gede Widiana bahwa sejak naiknya harga BBM tadi malam pengurangan jumlah pengguna jasa sudah dirasakan oleh pihaknya.
"Untuk jumlah pastinya saya belum menghitung namun yang jelas ada penurunan jumlah penumpang," katanya kepada wartawan di kantornya Kompleks Pelabuhan LCM Banyuwangi, Sabtu (24/5/2008).
Selain penurunan jumlah penumpang, Putu mengaku pengusaha yang tergabung dalam organisasi tersebut harus mengeluarkan tambahan biaya operasional untuk membeli bahan bakar kapal yang mau tidak mau tetap harus beroperasi.
Untuk mensiasati hal itu pihaknya memerintahkan anggotanya untuk melakukan efisiensi pengoperasian kapal. Sehingga tidak ada kapal yang berlayar tanpa muatan yang tentunya berimbas kerugian bagi perusahaan.
"Untuk perusahaan yang memiliki lebih dari satu kapal jika memang penumpangnya tidak ada, ya kita harapkan mengoperasikan satu kapal saja dulu," tambahnya.
Organisasi yang terdiri dari 10 perusahaan pelayaran di Banyuwangi ini akan segera mengajukan kenaikan tarif penyeberangan pada pemerintah melalui Dewan Pimpinan Pusat Gapasdap.
Besar kenaikan yang diharapkan Gapasdap menurut Putu diharapkan semaksimal
mungkin sesuai kenaikan harga BBM. Namun diharapkan pemerintah bisa menyetujui kenaikan tarif penyeberangan minimal setengah dari kenaikan harga BBM yang mencapai 28,7% atau sebesar 15%.
"Biasanya pemerintah menyetujui kenaikan tarif yang kita ajukan setelah dua minggu atau satu bulan setelah kenaikan BBM," timpal Yuli Supriyono, Sekretaris Gapasdaf mengenai kapan rencana kenaikan itu dilakukan. (fat/fat)










































