Aksi mereka dibubarkan aparat keamanan Polresta Malang yang sejak pagi telah bersiaga. Bahkan sebanyak 9 orang diamankan dan dibawa sebuah truk menuju Polresta Malang.
Diamankannya 9 orang itu bermula saat puluhan massa dari HMI menggelar unjuk rasa dan mencoba masuk ke dalam kantor dengan menerobos barigade polisi. Aksi dorong pun tak terhindarkan dan kepolisian membubarkan paksa aksi mereka.
"Sebenarnya kita ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah. Namun malah berbalik kita dibubarkan paksa," ujar Teguh salah satu demonstran dari HMI di lokasi, Sabtu (24/5/2008).
Sebelumnya, para pengunjuk rasa sempat menggelar aksi unjuk rasa dengan membentangkan poster bertuliskan menolak harga BBM baru dan meneriakkan yel-yel mengecam pemerintah menaikkan BBM.
Sementara itu Wakapolsek Klojen, Iptu M Sajarod mengaku mereka menggelar aksi tan ada izin.
"Mereka dalam menggelar aksi ini tidak mengantongi izin dan mempunyai niatan untuk berbuat anarkis. Kita hanya amankan beberapa orang itu untuk dimintai keterangan saja," jelas Sajarod.
Sedangkan 9 mahasiswa yang diamankan yakni, Jino dari HMI Unisma Malang, Guyatari dari HMI Brawijaya, Yunus dari HMI Unisma, Iwan dari FMN UMM, Supri dari FMN UMM, Imron dari HMI Unisma, Amin dari Forbas (Forum kebebasan belajar) Jefry dari HMI Brawijaya, Panji dari Forbas UMM. (fat/fat)











































