Warga Siring Barat yang terdiri dari RT I, II, III dan XII memblokir Jalan Raya Porong dari arah Surabaya menuju Malang dan sebaliknya. Bahkan dari pantauan detiksurabaya.com pukul 10.20 WIB, warga mulai mendirikan tenda di tengah jalan raya.
Selain itu warga membuang air semburan di jalan raya, yang biasanya mengalir di saluran. Akibatnya, air menggenangi badan jalan khususnya dari arah Malang menuju Surabaya.
Ketua RT III Siring Barat, Gandu Suyanto mengaku warga kini resah sejak ada kemunculan api tersebut.
"Kita mengharapkan, agar wilayah Siring Barat ada kepastian dari pemerintah agar dimasukkan dalam area peta terdampak. Sebab selama ini belum ada jawaban tentang kawasan Siring Barat ini," kata Suyanto kepada detiksurabaya.com saat di lokasi, Sabtu (24/5/2008).
Sementara itu menurut Kasat Lantas Polres Sidoarjo, AKP Andi Yulianto bahwa untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dari arah Surabaya, untuk kendaraan berat dialihkan melalui dari arah Tol Waru menuju Sepanjang, Sidoarjo.
Sedangkan untuk kendaraan lain, dicarikan jalur alternatif lainnya yang biasa dipakai oleh pengendara. Sementara dari arah Malang dan Pasuruan dilewatkan ke Pertigaan Japanan belok kiri menuju Mojosari, Mojokerto dan seterusnya.
Sedangkan untuk kendaraan kecil dialihkan ke Pertigaan Porong belok kiri menuju Krembung, Krian dan seterusnya.
"Kita terus menjaga dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kepadatan. Kendaraan roda dua masih bisa lewat," tambahnya. (fat/fat)










































