Namun sejumlah SPBU di Bondowoso dan Situbondo justru kehabisan stok BBM dan
menggantungkan pengumuman "kosong" pada pintu masuk.
Di SPBU Kelurahan Kademangan, Bondowoso, misalnya. Masyarakat yang semula berduyun-duyun menyerbu untuk mengisi BBM terpaksa kecewa.
Ini karena petugas SPBU tiba-tiba mengumumkan kalau persediaan BBM kosong. Ratusan warga yang terlanjur antre terpaksa mengalihkan antrean ke SPBU di Jalan KIS Mangunsarkoro.
Di SPBU ini ternyata sudah mengantre ratusan kendaraan yang didominasi oleh kendaraan roda dua.
"Ya, terpaksa harus antre dibelakang lagi. Mau bagaimana lagi, padahal tadi saya telah antre selama hampir sejam di SPBU Kademangan," ucap Yessy (26), warga Kademangan, Bondowoso.
Sejumlah polisi dari Polres Bondowoso terlihat disiagakan di SPBU KIS Mangunsarkoro yang antreannya meluber hingga ke jalan raya. Antrean padat memanjang juga terlihat di SPBU Tapen.
Ratusan warga memadati SPBU di Tapen setelah mendengar kabar akan diumumkannya kenaikan harga BBM malam ini.
"Semula saya tenang-tenang saja, Mas. Soalnya kita memperkirakan BBM akan naik akhir bulan ini. Eh ternyata di televisi diumumkan BBM akan naik malam ini. Makanya 3 motor yang saya punya diisi semua," kata Sutarjo (35), warga Tapen.
Yang tak kalah menariknya adalah antrean pembeli BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Situbondo. Sejak sore kepadatan warga pembeli BBM di SPBU Panji sudah berlangsung.
Dari 6 unit mesin SPBU yang tersedia, ternyata hanya sebagian yang dioperasikan. Kondisi ini sempat membuat resah sebagian warga pengantre.
"Jangan-jangan memang sengaja dikatakan habis. Siapa tahu pemiliknya akan menjualnya dan mengoperasikan setelah pengumuman malam ini," kata Sutoyo (42) warga Panji.
`
Kosongnya sebagian mesin SPBU juga terlihat di SPBU Karangasem. Jejalan masyarakat pembeli BBM di SPBU ini mencapai 30 meter. Bahkan sebagian diantaranya terlihat kembali pulang mengetahui panjangnya antrean.
"Biar aja naik harga BBM. Daripada harus antre berjam-jam di SPBU," tukas Sumiyati (45) ibu rumah tangga warga Panarukan.
Uniknya, kepanikan masyarakat atas kenaikan BBM malam ini diwarnai juga aksi borong oleh penjual bensin eceran. Seolah tak mau kehilangan akal, meski dijaga polisi dan tidak boleh membawa jeriken, mereka mengisi penuh tangki motornya dan dikeluarkan untuk dituang dengan selang di luar halaman SPBU.
"Namanya juga kerja cari untung, Mas. Apapun caranya ya kita lakukan saja," kata Prayitno (23), warga Jalan PB Sudirman. (gik/gik)










































