"Jadi begini mas, Pak Joko itu bukan hilang karena diculik atau apa tapi dia (Joko) dirawat di RSU Madiun karena sakit jantungnya kumat," jelas Dandim 0810 Nganjuk Letkol (Inf) Chrisetyono TS saat dihubungi melalui ponsel Kapendam Kodam V Brawijaya Letkol (Kav) Moenharto, Jumat (23/5/2008).
Chrisetyono juga membantah jika Joko sempat meminta izin kepada dirinya sebelum berangkat ke Jakarta dan dikabarkan hilang sejak 7 Mei 2008.
"Itu bukan izin mas, tapi dia hanya menginformasikan kepada saya kalau handphone-nya tidak bisa dihubungi sejak tanggal 6-20 Mei karena dimatikan dan berangkat tugas ke Jakarta," jelasnya.
Mantan Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya (Kapendam) ini juga mengaku kaget jika hilangnya Joko menjadi perbincangan. Chris juga mengaku sangat dekat dengan Joko, bahkan sampai saat penemu blue energy butuh mobil dan sopir, dirinya memerintahkan anak buahnya untuk mengantarkannya.
Dia juga menambahkan bahwa, saat pulang dari RSU Madiun, Chris memerintahkan anggotanya untuk menjemput dan diantarkan pulang. "Anggota saya yang menjemput Joko dari rumah sakit setelah dirawat di ICU. Itupun setelah anggota di lapangan memastikan kalau Joko di rawat disitu," pungkasnya.
Foto: Joko Suprapto Repro Metrotv (bdh/bdh)











































