Joko Suprapto raib sejak 7 Mei 2008. Hilangnya Joko pun menyebar dari HP ke HP via SMS. Dan ini menyebabkan kehebohan di Istana karena Joko termasuk Tim Blue Energy yang dipimpin Heru Lelono, staf khusus SBY.
Presiden SBY dikabarkan sampai meminta Kapolri, Panglima TNI, BIN, Densus 88 dan jajaran penting lainnya mencari Joko. Sebab, kata kabar itu, pada perayaan Harkitnas 20 Mei 2008, SBY berniat melaunching penemuan Joko tersebut.
Masih menurut kabar yang beredar, rupanya Joko sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Madiun, Jawa Timur. Dia menjalani perawatan karena sakit jantung. Densus 88 menemukannya Kamis 22 Mei 2008.
Banyak pihak yang tidak mengetahui raibnya Joko. Bahkan ada juga yang membantah Joko hilang.
"Dia tidak hilang. Ada di rumah dan tidak ada laporan hilang. Kapolda saja tidak menerima laporan orang hilang," cetus Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira saat dihubungi detikcom, Jumat (23/5/2008).
Hal ini diperkuat pernyataan Kapolri Jenderal Sutanto."Tidak ada laporan hilang, silakan dicek lagi. Saya kira dia ada di tempatnya gitu," ujarnya.
Ketika semua masih sibuk mencari jejak Joko, tiba-tiba Pangdam V Brawijaya Mayjen Bambang Suranto mengumumkan Joko telah kembali ke kediamannya di Nganjuk. Joko dikatakan baru pulang dari rumah sakit karena harus menjalani perawatan. Misterius!
(ana/bdh)











































