Mereka beraksi di sekitar Pelabuhan Muncar di Dusun Kalimati Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar. Mereka mengaku terbebani rencana kenaikan BBM yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam waktu dekat.
"Wakil rakyat yang di atas perjuangkan rakyat miskin. Jangan tidur melulu, pendapatan kami makin menurun. Pokoknya harga BBM harus turun," teriak Solekan, salah seorang warga yang ikut aksi penolakan, Jumat (23/5/2008).
Sambil terus berteriak-teriak menolak kenaikan BBM, warga menghujat pemerintah yang tidak mau memikirkan rakyat miskin. Rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah memicu kebutuhan lainnya naik sehingga warga mengaku secara ekonomi semakin terbebani.
Selain memprotes kenaikan harga, mereka menolak pemberian kompensasi berupa BLT yang akan diberikan pemerintah. Menurutnya, uang kompensasi yang di berikan oleh pemeritah sama sekali tidak membantu mereka.
"Kami tidak ingin kompensasi, yang penting harga BBM turun dan harga kebutuhan lainnya bisa turun itu seudah cukup bagi kami," beber Gimah, seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh di sekitar Pelabuhan Muncar.
Gimah menuturkan, dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini dirinya sudah merasa berat untuk membiayai sekolah anak-anaknya. "Kami hanya ingin pemerintah tidak menaikkan harga BBM dan menurunkan harga kebutuhan lainnya sehingga kami bisa menyekolahkan anak kami," harap perempuan yang mengaku tidak mendapatkan BLT pada periode lalu itu. (fat/fat)











































