Perempuan desa yang tinggal disekitar pabrik PT Semen Gresik di Tuban ini, kondisinya mengenaskan karena luka di bagian dada.
Dadanya membiru akibat tendangan sapi miliknya yang sedang dimabuk asmara. Korban ditendang sapi pada Kamis (22/5/2008) malam dan langsung pingsan. Hingga dilarikan ke UGD, Mak Ti demikian biasa dipanggil masih belum sadarkan diri.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, Jumat (23/5/2008) pagi menyebut, Ma Ti bermaksud mengisi rumput sebagai pakan di kandang sapi sekitar rumahnya.
Bersamaan itu, ia sempatkan pula membersihkan kotoran sapi di dalam kandang.
Sialnya seekor sapi betina yang gemuk belakangan terlihat gelisah, tak mau dielus-elus oleh majikannya. Biasanya sapi dalam kondisi demikian hasrat birahinya memuncak. Minta segera dikawinkan.
Nampaknya Mak Ti tak begitu memperhatikan ulah sang sapi yang sedang dilanda kasmaran itu. Ia tetap nekad mendekat sambil merunduk membersihkan kandang.
Tak berlangsung lama, di saat berada di belakang sapi tersebut tanpa diduga, sang sapi langsung menendang dada Mak Ti.
Perempuan yang sejak sore kelelahan mencari rumput itu, langsung terjungkal akibat tendangan maut itu. Ia terlempar hingga 1,5 meter membentur kayu penutup kandang.
Warga sekitar yang mendengar suara teriakan kesakitan dari Mak Ti, langsung mendatangi kandang. Warga langsung memberi pertolongan, namun Mak Ti masih kemudian pingsan. Akhirnya perempuan apes ini dilarikan ke rumah sakit.
"Sepertinya salah satu sapi milik Mak Ti itu minta kawin. Sudah sekitar tiga hari terakhir terus bengah-bengah (berteriak-teriak)," kata Purnomo (35) tetangga korban kepada detiksurabaya.com saat ditemui di RSUD Dr R Koesma Tuban. (gik/gik)











































