Tragisnya, pelakunya adalah bapak dan anak yang tak lain tetangga dekat korban sendiri, Nijah (43) dan Suyono (22).
Hingga kini korban masih dirawat intensif di RSUD Situbondo, akibat sabetan clurit di bagian leher. Beruntung nyawa korban masih berhasil diselamatkan, meski luka robek pada leher belakangnya kini harus mendapat sejumlah jahitan.
Keterangan yang berhasil dihimpun, nasib naas yang menimpa korban berawal dari kedatangan Suyono, anak sulung Nijah dengan tujuan untuk menagih utang, Kamis (22/5/2008). Namun karena saat itu korban kembali berjanji untuk membayar utang pekan depan, Nono panggilan akrab Suyono lantas mengajak korban ke luar rumah.
Tak dinyana, di halaman rumah korban sudah menunggu Nijah, bapak Nono, yang telah menyelipkan sebilah clurit di punggungnya. Tanpa banyak bicara, Nijah langsung menyerang korban. Wahyudi kian tidak berdaya karena tubuhnya didekap erat oleh Nono.
Cress... Sabaten clurit tepat mengenai bagian belakang leher korban. Saat itu juga tubuh korban terhuyung dan terkapar bersimbah darah di halaman depan rumahnya. Melihat suminya terkapar, Bunaya (30) isteri korban sontak menjerit histeris minta tolong.
"Sebenarnya cuma masalah utang uang Rp 10 ribu dan saya mampu untuk membayarnya. Memang saat itu suami saya tidak pegang uang sama sekali, tapi saya punya simpanan. Kalau cuma Rp 10 ribu ya punya," ungkap Bunaya, saat menunggui suaminya di RSUD Situbondo.
Hingga kini polisi masih memburu Nijah, yang dianggap sebagai otak dibalik aksi pembacokan itu. Sedangkan Nono, sudah diringkus terlebih dahulu beberapa saat setelah percobaan pembunuhan itu gagal dilakukan oleh bapak-anak tersebut.
"Sementara masih seorang pelaku yang kami periksa terkait kasus penganiayaan itu. Modusnya memang sementara yang kami ketahui adalah masalah utang piutang," terang AKP Haryono, Kapolsek Jatibanteng, saat dikonfirmasi wartawan. (bdh/bdh)










































