Usai Pesta Miras dengan PSK, Suryadi Meregang Nyawa

Usai Pesta Miras dengan PSK, Suryadi Meregang Nyawa

- detikNews
Rabu, 21 Mei 2008 16:06 WIB
Kediri - Seorang tukang becak bernama Suryadi (35) meregang nyawa setelah minum-minuman keras (miras) oplosan bersama teman & Pekerja Seks Komersial (PSK) di eks lokalisasi Semampir, Kediri.

Warga Desa Ngampel, Kecamatan Papar Kabupaten Kediri diduga mengalami over dosis setelah meracik berbagai miras. Diantaranya, dua liter miras merk Kuntul, 4 botol bir bintang dan 2 botol Kratingdaeng.

Keterangan yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, sebelum pesta miras korban tampak sehat dan tak ada keluhan apapun. Bahkan korban terlihat bahagia dengan mentraktir ongkos menyewa seorang PSK sebesar Rp 75 ribu untuk dua jam menjadi bandar.

"Tidak mengeluh sama sekali dan dia tampak seneng banget saat itu. Dia juga yang ngajak minum-minum," kata Supadmo salah satu teman minum korban saat menjalani pemeriksaan kepada wartawan di Mapolresta Kediri, Jalan Brawijaya, Rabu (21/5/2008).

Rupanya, korban tiba-tiba mengeluh pusing dan terduduk di sofa tanpa mengeluarkan suara saat minuman terakhir dibagikan. Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu PSK yang disewanya, Susi (31).

"Ya tiba-tiba duduk dan diam terus. Tapi saat saya minta dia pulang masih bisa berjalan," jelas Susi yang disewa selama kurang kurang lebih dua jam.

Merasa kasihan, dua sahabatnya yakni Supadmo dan Heru mengantarnya pulang. Sesampai di depan pintu, korban pingsan dan mulutnya mengeluarkan busa. Kedua temannya pun meminta tolong dan melarikan korban ke RS Bhayangkara.

Namun sayang saat menuju ke RS korban menghembuskan nafas terakhir. Kini kedua teman dan PSK yang menjadi bandar menjalani pemeriksaan di Mapolresta Kediri sebagai saksi.

Dalam pemeriksaan petugas, Heru salah satu teman minum korban lainnya mengaku korban dikenal peminum yang tangguh. Bahkan, hampir setiap malam korban selalu minum-minuman keras.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP David Subagio mengatakan,  pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Mereka masih menunggu hasil visum dari rumah sakit.

"Semua mungkin akan kita ketahui setelah hasil visum keluar. Dan untuk mengetahui penyebabnya, kita saat ini juga sedang memeriksa beberapa saksi," kata David. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini