Tiga koordinator aksi yaitu Kholil (35), Ketua SBSI Malang Raya, Sulivan (30), serta Caping (39), keduanya menjabat wakil ketua SBSI diamankan aparat kepolisian. Bahkan, Sulivan dibawa ke Polresta Malang menggunakan truk polisi.
Sebelumnya, sambil meneriakan yel tolak kenaikan harga BBM massa berusaha menerobos pagar Kantor walikota. Namun, pagar betis aparat kepolisian langsung mendorong massa mundur.
Aksi dorongpun berujung anarkis setelah aparat kepolisian memaksa massa mundur. Sejumlah pendemo pun terjatuh dalam kejadian ini.
"Kita ingin aksi ini berjalan damai, bukan seperti ini," kata Kholil ketika keluar dapi pos jaga kantor Walikota Malang dimana dirinya diamankan bersama Caping oleh aparat kepolisian.
Massa pun akhirnya meninggalkan Kantor Walikota Malang setelah ketiga rekan mereka diamankan. Dengan berjalan kaki, massa pengunjuk rasa meninggalkan lokasi unjuk rasa.
Dalam aksinya ini, massa menuntut pemerintah pusat melalui kepala daerah menolak rencana kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak). Mereka menilai kenaikan BBM akan membawa sengsara rakyat kecil.
Di tempat terpisah, aksi unjuk rasa juga dilakukan mahasiswa IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Malang depan kantor DPRD Kota Malang juga nyais ricuh.
Massa yang berniat membakar keranda bergambar SBY serta Jusuf Kalla dilarang aparat kepolisian. Kendati demikian, massa meneruskan niat mereka membakar poster, serta dua keranda bergambar SBY serta Jusuf Kalla di samping pintu masuk gedung DPRD Kota Malang. (bdh/bdh)










































