Air sumur yang mengandung minyak tanah ini diketahui saat Kasmuri (31), anak Sumiah, menimba air sumur untuk mandi, Selasa (20/5/2008). Setelah 4 kali menimba, air sumur dirasa berbeda dan berminyak.
Setelah ditanyakan ke Sumiah dan para tetangga, Kasmuri memastikan tidak ada yang menuangkan minyak ke sumur itu. "Akhirnya saya lapor ke RT dan kepala desa," kata Kasmuri sesaat setelah menimba air sumur.
Saat disuling dengan cara sederhana dan diendapkan sekitar 30 menit, bagian bawah air berwarna kekuningan seperti minyak tanah. "Coba lihat, kayu ini terbakar padahal diberi air sumur," kata Kasmuri sembari menyulut korek api ke sebatang ranting kayu.
Saat ini sejumlah tetangga mulai menguras air dari sumur sedalam 7 meter tersebut. Sumur yang terletak di bagian belakang rumah Sumiah, dikuras dengan mesin pompa air. Terlihat jelas ada minyak yang bercampur dengan air itu.
Dari pantauan detiksurabaya.com, saat air sumur mulai habis, terlihat air berminyak keluar dari dasar sumur itu, meski berskala kecil. Banyak warga yang harus mengantri untuk sekedar melihat sumur itu.
Sejak ditemukan hingga pukul 15.30 WIB tadi, telah terkumpul 2 botol minyak hasil sulingan dan endapan yang dilakukan warga. Minyak itu rencannya akan diberikan ke Pemkab Jombang yang berencana datang ke lokasi. (bdh/bdh)










































