Terbukti, pelaksanaan BLT tahun 2005 lalu, banyak gakin yang tidak mendapatkannya. Sebaliknya, warga yang kondisi ekonominya mapan, malah mendapatkan BLT. Tak ayal, perangkat desa seringkali menjadi sasaran kekecewaan warga yang tidak menerima.
"Kalau yang digunakan masih data lama kemungkinan besar bermasalah lagi," tandas Syahudi, Kades Bangunsari, Pacitan kepada detiksurabaya.com, Selasa (20/5/2008).
Syahudi mencontohkan, di Desa Bangunsari, dari sekitar 350 warga miskin yang diusulkan, hanya sekitar 53 warga yang mendapatkan. Padahal, secara ekonomi kondisinya memang benar-benar memprihatinkan. Syahudi menuturkan, ia telah mengusulkannya sampai dua kali. Namun, hingga program BLT selesai dikucurkan mereka tidak juga mendapatkannya.
Hal tersebut dibenarkan Soinem (73) warga miskin asal Desa Bangunsari. Perempuan tua yang menggantungkan hidupnya pada pendapatan suaminya berjualan sabit itu mengaku dua kali didata oleh perangkat desa. Namun dalam pencairan BLT, dia belum pernah menerima.
Ditemui di rumahnya di Dusun Krajan, wanita yang rambutnya dipenuhi uban itu hanya bisa pasrah. "Mau diberi ya saya terima, kalau ndak ya sudah," katanya memelas. (bdh/bdh)










































