"Sebelum para pendaki melakukan perjalanan menuju puncak Semeru kita akan memberikan pengarahan di pos pintu pertama. Ini dilakukan setelah adanya peningkatan aktifitas lava pijar," kata Ana Setiawati bagian evaluasi data serta pengawasan data Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat ditemui detiksurabaya.com, di kantornya, Senin (19/5/2008) siang.
Dalam pengarahan itu, lanjut Ana, para pendaki dihimbau untuk tidak mendekat bibir kawah jika mencapai puncak Mahameru. "Takutnya jika terjadi sembura lava pijar," imbuh Ana.
Selain itu, TNBTS juga meminta masyarakat yang tinggal di sekitar Kali Besuk Bang, Kali Besuk Kobokan, Kali Besuk Sat, untuk selalu waspada. "Masalahnya, banjir lahar dingin sewaktu-waktu dapat terjadi," imbuhnya.
Menurut Ana, peningkatan semburan lava pijar pada tiga hari ini ketinggiannya mencapai 100-300 meter dari bibir kawah. Selain itu, letusan asap putih muncul dari bibir kawah sebanyak 83 kali dengan tekanan gas sedang. "Aktifitas pendakian masih kita buka, tetapi para pendaki harus tetap berhati-hati dan mengikuti arahan kami," ungkapnya.
Untuk menghindari bahaya, TNBTS hanya memperbolehkan para pendaki sampai Kalimati dan tetap memakai masker demi keamanan. (bdh/bdh)











































