Goa Fosil di Tuban Terancam Hilang

Goa Fosil di Tuban Terancam Hilang

- detikNews
Senin, 19 Mei 2008 07:35 WIB
Goa Fosil di Tuban Terancam Hilang
Tuban - Ungkapan bahwa Tuban sebagai kota seribu goa, nampaknya bakal segera pupus. Itu karena 90 persen dari total 190 goa fosil di wilayah ini, rusak akibat penambangan batu kapur secara besar-besaran.

Selain rusak, sejumlah goa lainnya sudah hilang dan runtuh akibat praktik penambangan sama. Untuk goa yang sudah hilang, diantaranya, Goa Pawon, Goa Gedeh, Goa Bagong dan Goa Sedah, lokasinya di wilayah Semanding, Kabupaten Tuban.

Gugusan goa ini kondisinya rata dengan tanah akibat ditambang pabrik pengolahan batu kapur. Kini lokasi tambang pabrik batu berbasis di Surabaya itu sudah tutup, karena
deposit tambangnya sudah habis.

Sementara lokasi ratusan goa tersebut menyebar di 12 dari 20 wilayah Kecamatan di Kabupaten Tuban. Goa-goa tersebut berada di Kecamatan Kota (19 unit goa), Semanding (18 unit goa), Merakurak (30 unit goa).

Kerek (13 unit goa), Palang (26 unit goa), Plumpang (2 unit goa), Rengel (17 unit goa), Grabagan (13 unit goa), Soko (17 unit goa), Montong (36 unit goa), Singgahan (5 unit goa) dan Kecamatan Tambakboyo (1 unit
goa).

"Kondisi goa-goa fosil di Tuban sudah rusak parah. Data kami menyebut, ada 90 persen goa berkarakter kering ini sudah rusak,” tegas Edi Toyibi dari komunitas Cagar Tuban kepada detikSurabaya.com, Senin (19/5/2008).

Yang memprihatinkan lagi, menurut Edi, diantara goa ynag sudah rusak tersebut terdapat goa arkeologis. Goa jenis ini yang harusnya dilindungi, karena sudah dicagarkan malah menjadi incaran penambang.

Contoh nyata dari kerusakan goa arkeologi adalah Goa Suci di wilayah Palang, Goa Terus di Montong. "Goa Suci sudah dikelilingi penambang batu kapur, bahkan diantara gugusan Punggungan Palang tempat Goa Suci, awal Mei lalu longsor dan ambruk," kata Edi di samping Cucuk Widiarto dari Mahipal Tuban.

Goa Suci, sesuai data di Cagar Tuban, sebelumnya diduga menjadi hunian manusia purba hingga zaman kerajaan Majapahit. Di sana terdapat beragam artefak dan sisa-sisa tulang belulang dan perangkat berburu dan meramu.

Kasi Humas Pemkab Tuban Sukristiono menyatakan, pada prinsipnya Pemkab Tuban tetap berupaya menata lingkungan dengan baik. Termasuk juga menyelamatkan aset potensi sumber daya alam (SDA) seperti goa.

"Untuk penambang batu kapur tradisional maupun kalangan pabrikan kita perketat perizinannya. Sebab hal itu juga untuk penataan lingkungan," katanya.


Foto: Kondisi goa fosil di Kabupaten Tuban rusak, akibat penambangan batu kapur. Tampak goa di wilayah Tambakboyo yang hancur karena disekelilingnya ditambang batukapurnya./Reza Pahlevi
(gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini