"Dari keterangan orangtua dan ciri-ciri fisik, kami memastikan kedua anak itu keracunan," kata dokter spesialis umum RSK Rekso Waluyo, dr Sukresno Tjahjo Widodo kepada detiksurabaya.com di RSK Rekso Waluyo, Minggu (18/5/2008).
Menurut dr Sukresna, Imam Ali Ahmed mengalami mual dan muntah, serta kepala pening. "Imam kondisinya sangat lemas saat pertama di bawa ke sini. Setalah kami periksa, pupil mata mengecil, tanda kesadaran menurun," tambah Sukresna.
Hanya saja, pihak RSK tidak memastikan penyebab keracunan tersebut. Sebab saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium. "Kalau dari keterangan orangtuanya, karena memakan kue. Tapi kami belum bisa memastikan," jelasnya.
Di rumah korban di Jalan Dorang C37 Perumahan Wisma Sooko Indah, para pelayat masih berdatangan. Jenazah Elvira Rahmatika masih dibaringkan di ruang tamu rumah sederhana bertipe 36 tersebut.
Kepala Polsek Sooko, AKP Sulkan menyatakan belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Elvira. "Kami masih menunggu keterangan resmi dari dokter dan uji laboratorium," kata Sulkan.
Kini, sebuah snack Momogi yang diduga menjadi penyebab meninggalnya Elvira, disita polisi untuk diuji laboratorium. "Dalam waktu dekat ini, pasti kami umumkan hasil uji laboratoriumnya," tambah Sulkan.
Sementara kakak Elvira, Imam Ali Ahmed (15) juga dipastikan keracunan dengan gejala mual, muntah, pening dan pupil mata mengecil. Saat ini Imam masih dirawat di ruang Intensive Care Unit RS Kristen Rekso Waluyo. (fat/fat)










































