Sapi-sapi di Jember Berdemo Tolak Kenaikan BBM

Sapi-sapi di Jember Berdemo Tolak Kenaikan BBM

- detikNews
Minggu, 18 Mei 2008 15:49 WIB
Jember - Ratusan orang mengatasnamakan sais cikar (kereta yang ditarik sapi) dan pengendara motor di Kabupaten Jember berdemo menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Minggu (18/5/2008).

Aksi yang digelar oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jember dilakukan di ruas jalan di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Aksi long march dilakukan dengan cara menuntun sapi penarik kereta dan sepeda motor.

Kontan saja aksi itu manarik perhatian para pengguna jalan dan sempat membikin macet sejumlah ruas jalan di kota kecamatan yang terletak sekitar 35 kilo selatan Kota Jember itu.

Mereka juga mengusung sejumlah poster bernada protes terhadap kebijakan pemerintah SBY-JK yang akan menaikkan harga BBM bulan depan. Di sepanjang ruas jalan yang mereka lalui, pendemo secara bergantian berorasi.

"Sebentar lagi sepeda motor kreditan kami terpaksa harus jarang digunakan, atau digadaikan atau dijual. Pemerintah SBY-JK menyuruh kita menggunakan cikar," teriak Slamet (35) salah seorang koordinator aksi.

Dia juga menjelaskan pemerintahan SBY-JK bukan membawa bangsa ini semakin modern dan demokratis, melainkan semakin terpuruk dan menyengsarakan rakyatnya.

Sementara, perwakilan sais cikar, Jelani mengatakan meski kendaraan mereka tidak menggunakan BBM, namun mereka akan tetap mengalami kesulitan untuk membeli kebutuhan hidupnya.

"Meskipun bahan bakarnya rumput, tapi kalau beras dan sembako harganya naik, apa mungkin kami sekeluarga bisa hidup layak," katanya.

Sais cikar yang biasa memberikan jasa angkutan hasil panen maupun bahan-bahan bangunan itu mengaku semakin terpuruk. Sebab selama ini pendapatan mereka hanya Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu perhari. "Itu pun belum tentu setiap hari dapat tawaran atau tumpangan," imbuhnya.

Mereka berharap pemerintah segera membatalkan rencana kenaikan harga BBM itu. Aksi itu berakhir di alun-alun kecamatan Ambulu. Mereka kembali menyatakan penolakan rencana kenaikan harga BBM karena saat ini sudah terasa dampaknya, yakni naiknya harga kebutuhan pokok.

"SBY bohong. Dana APBN bukan habis untuk membayar subsidi BBM, tetapi untuk memenuhi perut birokrat dan koruptor," kata Ketua DPD PKS JEmber, dr Yuli Priyanto. (fat/fat)
Berita Terkait