Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa HTI Longmarch

Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa HTI Longmarch

- detikNews
Minggu, 18 Mei 2008 11:32 WIB
Kediri - Sekitar 500 massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kediri melakukan longmarch. Mereka berkeliling Kota Kediri sebagai bentuk penolakan rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

HTI menilai rencana pemerintah menaikkan harga BBM menyalahi syariat Islam dan menyengsarakan rakyat. Mereka berorasi dengan menyisir beberapa jalan protokol di Kota Kediri. Antara lain Jalan Panglima Sudirman, Jalan Patimura, Jalan Samratulangi, Jalan Brigjend Katamso dan berakhir di alun-alun kota.

Sepanjang perjalanan, massa yang diikuti anak-anak dan wanita menyerukan pembatalan rencana kenaikkan harga BBM. Mereka meminta pemerintah mengambil langkah penyelamatan lain selain menaikkan harga BBM. Seperti penjadwalan ulang pembayaran utang luar negeri beserta bunganya.

"Masih banyak langkah lain untuk mengatasai tingginya harga minyak dunia. Tunda pembayaran utang luar negeri dan tinggalkan pembayaran bunganya, karena itu riba," kata Abu Inas, petinggi HTI dalam orasinya, Minggu (18/5/2008).

Abu Inas juga menyerukan pemerintah bisa melepaskan diri dari cengkeraman Amerika dalam segala urusan, termasuk kegiatan ekspor impor minyak.

"Negera kita seharusnya bisa mencukupi kebutuhan minyaknya, namun cengkeraman Amerika dengan kedok melakukan impor telah membuat negara kita terpuruk," tambahnya.

Secara terpisah Humas HTI DPD II Kediri, Fatikh Catur mengaku aksi long march ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan rencana pemerintah yang tampaknya tetap berkeras menaikkan harga BBM.

Fatikh mengungkapkan, bila pemerintah tetap berkeras menaikkan harga BBM, maka keputusan itu menyalahi syariat Islam dan harus diluruskan.

"Islam mengajarkan pemimpin harus mengayomi rakyatnya, namun pemerintahan saat ini tampaknya terus membuat rakyatnya menderita," tegasnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat HTI akan mengadakan workshop tokoh nasional, untuk memberikan masukan ke para pemimpin negara dan mengingatkan agar setiap kebijakan yang diterapkan dapat sesuai dengan syariat Islam.

Aksi yang berlangsung damai ini mendapatkan kawalan ketat dari aparat kepolisian Polresta Kediri. Seusai melakukan orasi dan doa bersama, ratusan massa HTI membubarkan diri dengan tertib. (fat/fat)
Berita Terkait