Diduga Dalami Ilmu, Agus Tewas Terjun dari Jembatan

Diduga Dalami Ilmu, Agus Tewas Terjun dari Jembatan

- detikNews
Sabtu, 17 Mei 2008 16:17 WIB
Situbondo - Entah setan mana yang merasuki Dwi Agus Setyono (23) hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta tersebut nekat melompat dari atas jembatan setinggi 20 meter dan menimpa bebatuan padas hingga tewas seketika.

Lajang warga Jalan Cempaka, Keluharan Patokan, Situbondo, Jatim ini nekat meloncat dari atas jembatan utara Kantor PLN, Jumat (16/5/2008), malam. Tragisnya, ulah nakat pemuda ini merupakan kali ketiga setelah sebelumnya menyetrumkan diri ke aliran listrik dan menabrakkan diri ke mobil.

Dari keterangan kerabat korban, Agus, sapaan akrab korban mulai memperlihatkan gelagat aneh dalam sepekan terakhir. Konon Agus memperdalam ilmu tertentu di Kabupaten Jember, bahkan almarhum sempat pulang ke Situbondo hanya dengan berjalan kaki.

"Beberapa hari ini dia juga menolak untuk makan nasi. Sering berdiam diri dan bergumam entah apa yang dikatakan. Sudah berkali-kali dia mencoba bunuh diri, namun selalu dihalangi dan dicegah oleh warga sekitar yang melihatnya," ujar Rizky (19), salah seorang kerabat korban usai pemakaman jenazah, Sabtu (17/5/2008).

Tiga hari sebelumnya, Agus kepergok hendak mencolokkan jarinya ke stop kontak beraliran listrik, namun tubuh korban langsung diterjang oleh keluarganya. Sore sebelum kejadian yang merenggut jiwanya, Agus juga berusaha membenturkan tubuhnya pada sebuah mobil yang tengah melaju kencang di Jalan Raya PB Sudirman, depan SMPN 1 Situbondo.

"Melihat gelagat membahayakan, saya bergagas menarik tubuhnya dari tengah jalan raya yang saat itu padat lalu-lintas. Dia kemudian saya antar dengan menumpang becak ke rumahnya," tutur Yusuf (47), Komandan Satpam DPRD Situbondo, yang rumahnya
bertepatan dekat dengan TKP.

Tak dinyana, upaya gagal mengakhiri hidupnya sebanyak dua kali tak menciutkan tekadnya. Sekitar pukul 21.00 WIB sontak terdengar jeritan dari sejumlah warga dari arah jembatan yang lokasinya hanya  berjarak 30 meter dari rumah Agus.

Allahu Akbar...Allahu Akbar, pekikan takbir itu mengiringi usaha nekat Agus melompat dari badan jembatan terjun ke aliran Sungai Sampean berbatu padas utara Kantor PLN. Sejumlah warga yang sempat melihat perilaku nekat Agus, tak lagi bedaya
menghalanginya.

"Ketika itu saya memang tengah melintas di jembatan dan melihat sosok pria berdiri di bibir jembatan. Saya sudah curiga ada gelagat buruk, makanya saya langsung turun dari motor dan mencoba menarik sarungnya. Namun sudah kedahuluan dia melompat dulu
sembari memekik Allahu Akbar," tutur Nur Salam (43), warga Desa Sumberkolak, yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Tubuh Agus meluncur deras ke dasar sungai dan menimpa bebatuan padas aliras sungai yang saat itu memang sedang surut. Dalam waktu sekejap ratusan warga berkerumun memadati bahu jembatan hingga memacetkan arus lalu-lintas akses jalan Sumberkolak -
Kota Situbondo.

Jalannya evakuasi mayat diwarnai jerit histeris keluarga korban. Sejumlah warga dan polisi bahu-membahu mengangkat mayat korban dari dasar sungai menuju ke atas jembatan. Korban tewas akibat benturan dengan padu padas dengan luka parah pada
bagian kepala, leher patah, paha kanan remuk. (bdh/bdh)
Berita Terkait