"Memang Tegar itu bocah yang nakal. Tapi itukan wajar jika dia nakal karena masih kecil. Tapi yang bikin tidak wajar kan seluruh tubuhnya penuh luka lebam. Selain itu, yang saya tahu korban tidak mempunyai penyakit," kata Suyatin, Ketua RT 4 RW 1 Kelurahan Mungut Kecamatan Wungu, Madiun kepada detiksurabaya.com, Jumat (16/5/2008).
Mayat Tegar, pertama kali ditemukan oleh oleh ibunya sendiri Dian Endang Mardiana (31) yang kemudian melapor ke Suyatin Ketua RT 4/1 untuk disiarkan ke Mushola. Pengumunam ini dimaksudkan agar warga sekitar mengetahui anaknya telah meninggal.
Setelah mendapatkan laporan itu, Suyatin kemudian mendatangi rumah Dian, dan mencium bau busuk dari dalam kamar. setelah dicari sumber bau tersebut, Suyatin menemukan jenazah Tegar terbungkus kain sarung dan terlihat banyak darah kering serta bekas siksaan di tubuh bocah malang itu.
Karena melihat Tegar sudah dalam keadaan tewas dengan tubuh penuh luka, Suyatin kemudian segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Wungu.
Tegar, bocah berusia 3 tahun ini ditemukan dalam keadaan tewas denagn badan terbungkus kain sarung di dalam rumahnya. Saat ditemukan, badan balita ini banyak ditemukan luka lebam serta darah yang sudah mengering. (ze/bdh)










































