Muhyidin (30) tewas dengan mulut berbusa sesaat setelah keluar dari kamar mandi di rumahnya, sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (15/5/2008). Tewasnya Muhyidin itu diketahui pertama kali oleh istrinya sendiri Nur Khotimah. Melihat suaminya jatuh dan mengeluarkan busa, Nur berteriak minta tolong.
Teriakan minta tolong itu didengar tetangganya yang juga masih ada hubungan saudara dengan keluarga korban.
Salah satu kerabat korban langsung turut membantu menyadarkan Muhyidin dengan mencarikan kelapa muda. Namun, nyawa Muhyidin sudah tidak tertolong lagi sebelum air kelapa muda itu diminumkan ke korban.
Kabar tewasnya Muhyidin dengan mulut berbusa itu kontan menimbulkan kecurigaan warga setempat. Bahkan warga menduga korban meninggal tidak wajar karena racun.
"Tidak mungkin Pak Muhyidin meninggal karena bunuh diri. Pak Muhyidin itu ibadahnya tekun dan imannya juga kuat," ujar Ketua RT 2 RW 3 Dusun Sukosari, Nasuki kepada detiksurabaya.com.
Salah satu kerabat korban, Husnan juga menduga Muhyidin tewas secara tidak wajar. "Saya yakin ada sesuatu yang diberikan ke almarhum sebelum meninggal," tambah Husnan.
Dari tempat kejadian perkara (TKP) petugas dari Polsek Glagah menemukan dan mengamankan barang bukti berupa serbuk hama tikus yang dibungkus kertas tersimpan di rak piring.
Serta Satu ceret berisikan air putih dan sebongkah batu yang terdapat bekas muntahan korban sebelum menghembuskan nafas terakhirnya diamankan sebagai barang bukti.
"Kami belum mengetahui persis penyebab kematian korban. Saat ini korban masih diotopsi di RSUD Blambangan," ujar Kapolsek Glagah AKP Endro Abriyanto kepada detiksurabaya.com. (roi/gik)










































