Mereka adalah warga Dusun Curah Malang, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jatim. Ibu dan anak ini diganggu SMS santet yang mengeluarkan warna merah dari LCD ponselnya pada Rabu (14/5/2008), pukul 23.00 WIB.
Dua korban itu langsung melaporkannya kejadian yang dialaminya ke Polsek Asembagus. Polisi langsung mengamankan dua unit ponsel masing-masing merk Samsung dan Nokia milik korban.
Kepada polisi korban menuturkan bahwa malam itu mereka menerima panggilan telepon yang masuk ke ponselnya. Saat diangkat layar ponselnya tiba-tiba menampilkan warna merah dengan nomor yang masuk 0866. Tidak lama kemudian setelah korban
menerima panggilan itu dikabarkan langsung korban pingsan dan sekujur tubuhnya terasa kaku.
Selain itu, korban juga muntah muntah bahkan sempat ngompol. Saat itulah keluarga korban langsung memboyongnya ke Puskesmas Asembagus untuk dirawat.
Kejadian itu ketika Haryono sedang tertidur lelap. Namun dia terbangun ketika ponselnya berdering. "Saya angkat ponsel saya. Saat itulah saya seperti tersengat listrik tegangan tinggi yang menjalar ke sekujur tubuh. Saya kemudian tak ingat lagi karena pingsan,” ungkap Hariyono saat ditemui di Puskesmas Asembagus, Kamis (15/5/2008).
Meski tidak sepenuhnya menyadari tahu kalau saat itu layar ponselnya berubah
menjadi warna merah, namun Toyo (20), adik kandung yang mendampinginya tidur sempat mengetahuinya.
Melihat kakaknya mengerang kesakitan, spontan Toyo membuang ponsel dari genggaman Hariyono. Ternyata nasib serupa juga menimpa ibu kandung Haryono. Meski kejadian yang menimpa Mahati sehari sebelumnya, Mahati juga mengaku kaget jika apa yang menimpa dirinya juga menimpa anak kandungnya.
"Saya sengaja tidak menceritakan kejadian yang saya alami malam sebelumnya, karena saya pikir itu ada kerusakan pada ponsel. Persis yang menimpa anak saya," kata Mahati saat
mendampingi Haryono di Puskesmas Asembagus.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Asembagus, dr Bagus Wicaksono mengatakan, secara medis korban hanya mengalami tekanan psikologis akibat rasa ketakutan yang
dialaminya. "Dari hasil diagnosa sementra, tubuhnya memang lemas dan korban dalam keadaan syok berat," kata Bagus.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Sukari, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan penyebaran SMS bernuansa magis itu, meski sampai saat ini pihaknya tidak yakin. "Tapi siapa sih yang bisa membuktikan kebenaran semua ini. Yang penting hati-hati saja,” katanya. (gik/gik)










































