Semburan baru yang ditemukan warga, sekitar pukul 12.45 WIB, Kamis (15/5/2008) itu keluar dari sela-sela ubin di lantai 1.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, semburan air di dalam rumah ini bisa menyembur setinggi 20 meter. Namun karena terhalang dengan atap lantai 2, semburan yang terlihat hanya setinggi 4 meter. Material padat yang ikut keluar bersama semburan terdiri dari pasir dan lumpur.
Menurut salah seorang petugas dari Fergaco, semburan ke 89 ini tidak mengandung H2S. Namun saat diukur dari jarak 10 meter, kandungan Hidrokarbon yang terdeteksi sebesar 20 persen. selain itu, semburan ini memiliki sifat low explosive limit (LEL).
Sebelum semburan ini muncul, beberapa saksi yang berada di sekitar rumah itu mengaku sempat mendengarkan suara seperti ledakan. Namun saat dicari sumber suara tersebut, warga malah menemukan air yang mengalir deras dari dalam rumah yang lokasinya tepat di barat Jalan Raya Porong.
Hingga kini, semburan baru ini masih belum ditangani oleh BPLS maupun petugas dari Fergaco, karena rumah itu masih dalam keadaan terkunci rapat. Akibatnya, terjadi genangan air di badan jalan arah Malang menuju Surabaya sepanjang 25 meter.
Sementara, arus lalu lintas di Jalan Raya Porong arah Surabaya sedikit terganggu, karena para pengguna jalan yang didominasi pengguna sepeda motor berhenti untuk melihat semburan baru ini. (bdh/bdh)










































