Mereka yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan tidak lagi mampu beraktifitas karena kesulitan mendapatkan solar, sejak ada rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah.
Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Badrul Aini, mengatakan, para nelayan di pulau Kangean, saat ini dalam kesulitan, selain tidak mendapatkan BBM untuk keperluan perahunya juga diiringi dengan kenaikan sejumlah harga kebutuhan sembilan bahan
pokok (sembako).
"Kehidupan warga kepulauan Kangean benar-benar susah. Pendapatan tidak ada malah harga sembako naik," tegas Badrul Aini pada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kamis (15/5/2008).
Ia menjelaskan, di Pulau Mamburit yang berprofesi nelayan mencapai 400 kepala keluarga (KK) dengan jumlah perahu sekitar 300 buah serta 5.000 perahu di Sapeken saat ini tidak beraktifitas.
"Para nelayan itu tidak mendapatkan BBM. Karena pembelian dengan jeriken dibatasi. Sehingga stok dipulau habis," kata Badrul Aini.
Sedangkan kebutuhan solar setiap perahu berkisar 10 sampai 15 liter setiap kali melaut.
Pantauan detiksurabaya.com, ratusan drum BBM kosong numpuk di Dermaga 2 Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Drum ukuran 200 liter itu sudah sepekan terlantar dan ditinggal pemiliknya karena kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis solar maupun premium.
Rencananya, drum-drum kosong tersebut akan dikirim kesejumlah pulau. Namun kini tergeletak tak berdaya. (gik/gik)










































