Kediri Banjir Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Kediri Banjir Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

- detikNews
Kamis, 15 Mei 2008 11:33 WIB
Kediri - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam HMI) Cabang Kediri memiliki cara tersendiri menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka mengendarai sepeda pancal berkeliling Kota Kediri dan berorasi menolak rencana pemerintah.

Aksi yang diikuti sekitar 50 mahasiswa dimulai dari Alun-Alun Kota Kediri. "Dulu pejabat terpilih, yaitu SBY-JK berjanji akan mensejahterakan rakyat. Mana buktinya, sekarang mereka justru menelantarkan rakyat dengan kenaikan harga BBM," teriak koordinator aksi HMI, Roisul Adib (21) di sela-sela aksi, Kamis (15/5/2008).

Usai melakukan orasi secara bergantian, puluhan mahasiswa HMI meninggalkan Alun-Alun Kota Kediri berkeliling kota. Mereka menyanyikan lagu perjuangan dan berorasi secara bergantian.

Aksi mahasiswa berakhir menuju ke gedung DPRD Kota Kediri. Mereka menyampaikan pernyataan sikap antara lain, menolak keras rencana kenaikan harga BBM, serta mengusut tuntas bentuk korupsi. Sehingga uang negara bisa diselamatkan dan dipergunakan kepentingan rakyat.

Dalam aksinya, mahasiswa ditemui Wakil Ketua DPRD Arifin Asror yang akan memberikan seluruh aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat. Tak berapa lama, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.

Sementara itu mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga melakukan hal yang sama. Aksi ini diwarnai kericuhan karena mereka menghentikan sebuah truk BBM yang melintas di Jalan Panglima Sudirman, Kota Kediri. Massa pun langsung menaiki dan melarang melanjutkan perjalanan.

"Teman-teman BBM untuk rakyat, BBM untuk rakyat," teriak koordinator aksi sambil menumpang di atas truk tangki BBM.

Aksi spontan ini membuat polisi yang awalnya hanya berjaga menjadi kalang kabut untuk membebaskan truk tangki. Polisi mendapatkan perlawanan dari demonstran, sehingga sempat terjadi aksi dorong.

Beberapa saat terjadi ketegangan, mahasiswa bersedia melepaskan truk tangki dan melanjutkan perjalanan. Pasalnya, aksi itu membuat kemacetan hingga mencapai 300 meter. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini