Bila sebelumnya, telur ayam kampung semula Rp 750 perbutir naik menjadi Rp 1.500 perbutir. Dari pantauan detiksurabaya.com, kenaikan harga juga terjadi pada beras.
Untuk beras kualitas sedang (kw2) yang semula Rp 120.000 per 25 kg, saat ini dijual seharga Rp 127.500. Sedangkan beras kualitas satu (kw1) juga mengalami kenaikan Rp 8.000 perkarung (25 kg) dan kw3 mengalami kenaikan Rp 5.000 per 25 kg.
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Anom Kota Sumenep, Ismail (36) mengaku, kenaikan harga sembilan bahan pokok dipicu rencana kenaikan harga BBM. Sebab, mulai pekan lalu tarif angkutan sudah mulai naik dan harga kulakan juga mengalami kenaikan.
"Sejak ada kabar harga BBM akan dinaikkan oleh pemerintah, semua harga sembako ikut naik. Bahkan, kenaikannya ada yang tidak wajar," kata Ismail kepada detiksurabaya.com, saat melayani pembeli, Kamis (15/5/2008).
Sementara pedagang rempah-rempah, Ny Imamah (42) di Pasar Anom Kota Sumenep juga menyebutkan jika harga bawang merah mengalami kenaikan Rp 2.500 perkilo. Bila sebelumnya Rp 10.500 perkilo naik menjadi Rp 13.000 perkilo.
Sedangkan untuk harga bawang putih dari Rp 2.500 perkilo, kini naik menjadi Rp 6.500 perkilo. harga cabe merah yang semula dijual hanya Rp 8.000 perkilo, saat ini menjadi Rp 13.000 perkilo.
"Arga naik kabbi, tadha' semellea (Harga naik semua, tidak ada yang mau beli," ujar Imamah kepada detiksurabaya.com, Kamis (15/5/2008).
Sementara, Kabid Perdagangan Disperindag dan Penanaman Modal (PM) Kabupaten Sumenep, Erfandi saat dihubungi detiksurabaya.com mengakui jika dengan adanya rencana kenaikan BBM berpengaruh besar terhadap kenaikan harga sembilan bahan pokok.
"Harga sembako kali ini telah mengawali kenaikan BBM. Terutama beras yang kenaikannya cukup tinggi, padahal sebagian petani sudah panen," ujar Erfandi.
Dia mengaku akan aktif melakukan pengawasan, baik pendistribusian dan patokan harga sembako di pasaran guna menekan gejolak harga yang memperkeruh suasana. (fat/fat)










































