Antrean BBM di Tuban Mengular

Antrean BBM di Tuban Mengular

- detikNews
Rabu, 14 Mei 2008 18:49 WIB
Antrean BBM di Tuban Mengular
Tuban - Menjelang kenaikan harga BBM, antrean panjang para pembeli semakin menjadi-jadi. Antrean panjang terjadi di setiap SPBU yang ada di wilayah Tuban, Jawa Timur.

Selain itu, antrean panjang Ini juga terjadi setelah Pertamina Surabaya mengurangi pasokan BBM hingga 50 persen di setiap SPBU.

Jika sebelumnya setiap SPBU dijatah 32.000 liter per hari, kini tinggal sekitar 15.000 liter sehari. Akibatnya, antrean panjang hampir siang malam terjadi di setiap SPBU.

Jika siang hari antrean panjang dipenuhi pengendara motor dan mobil. Tapi, jika malam hari, para pedagang BBM eceran gantian menaruh ribuan jerigen untuk antre di SPBU.

Pantauan detiksurabaya.com, Rabu (14/5/2008) siang, di sejumlah SPBU, diantaranya, mulai wilayah ujung barat Pantura Tuban di Kecamatan Bancar, Tambakboyo, Jenu, Tuban kota, Palang, Rengel hingga SPBU di wilayah Widang, terjadi antrean panjang.

"Saya sejak pagi tadi sudah antre kulakan bensin dan solar di sini. Tidak tahu, kenapa sekarang kok mulai terjadi kelangkaan," kata Mulyono, 35 tahun, pedagang eceran bensin dan solar asal Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban saat ditemui di SPBU Dasin, Kecamatan Jenu.

Bahkan, para pengecer BBM, ungkap Zaenuri, pengecer lain asal Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, sudah kehabisan stok dagangan. Sementara perburuan BBM telah dilakukan di seluruh SPBU yang ada di wilayah Tuban. Namun, hasilnya juga tetap saja sulit.

"Kemarin saya sempat mencari di SPBU Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Hasilnya sama, di sana juga tidak mendapatkan bensin," keluh Zaenuri dengan nada kesal.

Pemandangan memilukan justru terjadi di malam hari. Para pengecer BBM berbaur dengan warga antre dengan menjejer ribuan jerigen di SPBU. Harapannya, bisa mendapatkan BBM untuk dijual kembali.

Antrean jerigen warga mulai terlihat sejak pukul 20.00 WIB. Rata-rata mereka merupakan pedagang eceran BBM di wilayah Tuban. Bahkan, mereka rela bertahan hingga larut malam. Jika stok habis, antre warga diteruskan malam berikutnya.

Foto: Antrean warga dan jerigen disalah satu SPBU di Tuban/ Reza Pahlevi (bdh/bdh)
Berita Terkait