Di Kabupaten Blitar, Jawa Timur misalnya. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat belum melakukan update data terbaru. Sehingga jika nantinya dana BLT digulirkan, maka data kemiskinan masih menggunakan data pada kenaikan BBM tahun 2005.
"Hingga saat ini kita juga belum dimintai data dari pusat, juga belum ada instruksi untuk melakukan update ulang," kata Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten Blitar, Andi Pranowo pada detiksurabaya.com, Rabu (14/5/2008)
Jika nanti program BLT tersebut cair, maka kata dia, kemungkinan besar data tahun 2005 tersebut yang dipergunakan. Sebab untuk melakukan pendataan membutuhkan waktu yang lama.
"Butuh waktu minimal 3 bulan untuk meng-update data tersebut. 1 bulan pengumpulan data di lapangan, sisanya untuk pengolahan data di BPS pusat," terangnya.
Berdasarkan hasil pendataan BPS Kab Blitar tahun 2005 lalu, jumlah penerima BLT tahun lalu atau yang tergolong Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kab Blitar mencapai 78.181 atau sekitar 253.118 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari tiga kategori, yakni miskin, sangat miskin serta mendekati miskin.
"Data tersebut dalam setiap tahun pasti berubah, jika memang BLT tersebut digulirkan seharusnya dilakukan pendataan ulang agar penyalurannya tepat sasaran," jelasnya.
Ditambahkannya, jika hingga hari ini pihaknya belum menerima pemberitahuan yang jelas atau instruksi dari pusat mengenai penyaluran maupun pendataan keluarga miskin.
Bahkan dirinya mengaku mengetahui pelaksanaan program BLT ini dari siaran media massa. "Secara vertikal kami masih menunggu instruksi dari BPS pusat agar dapat menentukan langkah berikutnya, jika data orang miskin tersebut dibutuhkan ," pungkasnya. (gik/gik)











































