Penemuan baru yang nampak di situs peninggalan Kerajaan Kadiri tersebut berupa struktur tumpukan batu bata, yang diduga merupakan pagar batas timur-utara dari Situs Tondowongso. Struktur bebatuan tersebut ditemukan hari Minggu sore dan hingga saat ini masih terus dilakukan penggalian.
"Kami temukan struktur bebatuan tersebut di kedalaman 260 Cm dan saat ini kami perkirakan lebarnya sekitar 130 Cm," kata Ketua Tim Penelitian Situs Tondowongso dari Balai Arkeologi Jogyakarta, Lisa Ekawati, Selasa (13/5/2008).
Lisa Ekawati menjelaskan, penemuan tersebut dilakukan secara tidak sengaja. Menurutnya, tim yang dipimpinya berjumlah 10 orang awalnya hanya ingin melanjutkan penelitian lanjutan atas keberadaan Situs Tondowongso.
"Saat kami gunakan teknik Geo Elektrik, kami deteksi adanya bebatuan di lokasi penemuan baru. Setelah kami gali ternyata benar terdapat struktur berbatuan itu," jelas Lisa Ekawati.
Lisa juga mengatakan, dengan ditemukannya struktur bebatuan yang diduga batas timur utara dari Situs Tondowongso tersebut, diperkirakan luas Situs Tondowongso akan bertanmbah. Saat ini berdasarkan catatan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Situs Tondowongso memiliki luas 8.125 m2.
Untuk selanjutnya Lisa menambahkan, dengan penemuan tersebut, Balai Arkeologi Jogyakarta akan melanjutkan penelitian untuk menentukan keberadaan pagar batas utara yang mengarah ke barat. Dengan ditemukannya pagar tersebut akan dapat diketahui sudut Situs Tondowongso dan luasnya secara mendetail.
Lisa Ekawati juga mengaku untuk langkah selanjutnya, penemuan tersebut akan dilaporkan ke BP3 untuk ditindak lanjuti dengan pemugaran.
"Kita hanya berwenang melakukan penelitian, untuk pemugaran itu kami serahkan ke BP3. Itu terserah mereka dan terdapatnya anggaran dana dari pemerintah," ujar Lisa Ekawati. (bdh/bdh)