Polisi dan Pemerintah Daerah Diminta Tidak Diam

SMS Santet Meluas di Banyuwangi

Polisi dan Pemerintah Daerah Diminta Tidak Diam

- detikNews
Selasa, 13 Mei 2008 11:39 WIB
Polisi dan Pemerintah Daerah Diminta Tidak Diam
Banyuwangi - Komunitas Teknologi Informasi Banyuwangi (KOTIB) meminta polisi dan pemerintah untuk meredam isu santet dan radiasi mematikan yang beredar luas melalui SMS. Sebab warga Banyuwangi masih trauma dengan isu santet yang memakan korban cukup banyak beberapa tahun silam.

Begitu sms beredar secara berantai di Kota Blambangan, KOTIB langsung mengirim surat elektoronik ke Unit Cyber Crime Polda Jatim dan menginstruksikan kepada seluruh anggota KOTIB dengan menurunkan timnya melalui korwil-korwilnya (koordinator wilayah) yang tersebar di seluruh kecamatan.

"Sosialisasi oleh organisasi kemasyarakatan juga perlu, termasuk peran unit cyber crime Polda Jatim juga meski segera bertindak. Jangan menunggu korban," tegas Nurhasyim, Humas dan Infokom KOTIB kepada detiksurabaya.com, Selasa (13/5/2008).

Nurhasyim meminta kepada warga Banyuwangi untuk tidak mempercayai maupun terpengaruh isi pesan yang menyesatkan tersebut.

"Jangan percaya dengan isu-isu menyesatkan semacam itu," tegas dia.

KOTIB juga mengimbau Dinas Arsip dan Pengolahan Data Elektronik (PDE), Humas dan Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi segera terjun ke masyarakat menjelaskan tentang sesatnya SMS tersebut.

"Masak menunggu meletus dan korban jiwa baru turun?" ujar dia.


Sejumlah bunyi pesan SMS yang menyebar secara berantai di Banyuwangi antara lain :

  • "Informasi, kalau ada nomor HP yang 0866 atau 0666 masuk berwarna merah, mohon jangan diangkat, karena ada virus kematian. Soalnya di Jakarta dan di Sumatera sudah ada yang meninggal gara-gara masalah ini, orang bilang lagi uji ilmu hitam."
  • "Matikn semUa HP mLm ini.mnRt METRO TV,pd 23.00 ini ad geL raDiasi bsR yG bhY u/ mnSia yG aKn trtnGkp sMua HP.BrtaHu tmN2.Jgn tAruh HP dkTkepala..."
  • "Usahkan bsok dr pk 09-13 siang, jgn aktifkan hp krn radiasi RING IN RED (infra mrah lvel tnggi=0866,bnr dpt mmbuat si pnrima tewas rsak sraf) yg sdh mlanda dunia.Djdwalkan brkliaran pd jm yg dimksud di atas. Waspada smp WHO mnytkan aman. Krimkansmua saudra_rkan+kwn,mrk jg bag dr kita.Thx"

Isu SMS ini sangat mengganggu ketenangan warga, dikarenakan masyarakat Banyuwangi masih mempercayai mistis atau santet. Apalagi beberapa tahun silam kota ini pernah digoyang santet yang memakan korban para ulama yang dituding sebagai dukun santet.

Foto: Salah satu pesan singkat menyesatkan yang beredar melalui SMS di Banyuwangi/ Erwin Krisdiyanto
(gik/gik)
Berita Terkait