Salah satu pedagang sembako di Pasar Legi Kota Blitar, Suyitno (48), jika saat ini harga sembako di pasaran mengalami kenaikan antara 20-30 persen.
"Kenaikan harga tersebut biasanya dipengaruhi oleh naiknya harga distribusi barang, karena BBM naik maka ongkos angkut juga naik," terangnya kepada detiksurabaya.com di Pasar Legi, Selasa (13/5/2008).
Akibat naiknya harga kebutuhan, kata dia, daya beli masyarakat mengalami penurunan. Pelanggannya mulai sepi sebab harga kebutuhan tidak terjangkau. Pembeli berupaya menyiasati kenaikan dengan membatasi jumlah pembelian.
Dari pantauan detiksurabaya.com kenaikan harga kebutuhan pokok bervariatif. Mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 5.000. Bahan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya, beras cap dua ikan lele semula Rp 26 ribu per 5 kilo saat ini naik menjadi Rp 29 ribu.
Sementara hargan terigu yang semula Rp 6.500 perkilo menjadi Rp 8 rinu perkilo, bawang putih semula Rp 3 ribu perkilo menjadi Rp 5 ribu perkilo, bawang merah semula 12 ribu per kilo menjadi Rp 16 ribu per kilo. Sedangkan telur dari harga awal Rp 10 ribu perkilo melonjak menjadi Rp 12 ribu perkilo.
"Tidak hanya itu Mas, harga sayur mayur kini naik hingga dua kali lipat pada harga semula," kata Suyitno di sela-sela melayani pembelinya.
Secara terpisah Dwi Yanti (38) warga Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Sananwetan Kota Blitar mengeluhkan tingginya harga pokok. Bila sebelumnya jatah belanja Rp 15 ribu perhari menjadi Rp 25 ribu.
"Mau bagaimana lagi Mas. Saat ini yang bisa dilakukan hanya menghemat pengeluaran untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari," jelasnya saat berbelanja di Pasar Legi Kota Blitar.
Hal itu dilakukan agar barang yang dibutuhkan mampu tercukupi dengan kondisi keuangan mereka. "Harapan kami pemerintah segera mengambil kebijakan tegas, agar kenaikan harga ini tidak terus berlanjut sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat" ujarnya. (fat/fat)











































