Bahkan, SPBU di Jl. Panglima Sudirman, Kota Malang, hanya membuka 3 mesin pengisian bahan bakar jenis premium serta solar dari 7 mesin pengisian. SPBU ini juga tidak melayani pembelian menggunakan jirigen.
Sementara di SPBU sepanjang Jalan wilayah Pakisaji hingga Kepanjen masih nampak lenggang. Tak satupun terjadi antrian pengisian bahan bakar. 'Disini normal saja mas gak ada antrean, " ungkap Yuswanto pengawas SPBU di Jl. Raya Ngadilangkung, Kepanjen.
"Bahan bakar saya habis sejak pagi, mau beli eceran khawatir pengaruh pada mesin. Lebih baik beli disini meski harus ngantre, " tutur Suparman warga yang mengantri di SPBU Jl. Mayjen Wiyono, Kota Malang.
Terpisah, Eksternal Relation Depo Pertamina Malang Heri Prastiyo Hadi menuturkan, bahwa yang terjadi saat ini hanya kepanikan dari masyarakat pasca rencana kenaikan BBM oleh pemerintah.
"Ingin mendapatkan BBM dengan harga sekarang bisa juga membawa masyarakat rela mengantre. Bisa juga karena panik setelah pengumuman naiknya harga BBM. Padahal kami sendiri telah menambah stok dalam pengiriman ke SPBU di wilayah Malang, " tegas Heri dikonfirmasi melalui telepon. (bdh/bdh)











































