BEM Kediri Demo Usung Keranda Mayat

Tolak Kenaikan Harga BBM

BEM Kediri Demo Usung Keranda Mayat

- detikNews
Senin, 12 Mei 2008 12:44 WIB
Kediri - Sekitar 200 mahasiswa gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Institut Agama Islam Tri Bakti dan Universitas Kadiri menggelar demo tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam aksinya di Bundaran Monumen Sudancyo Supriyadi, Jalan KDP Slamet Kota Kediri, mahasiswa melakukan aksi teatrikal. Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB mengusung keranda mayat bertuliskan, Reformasi dan Kepekaan Negara Telah Mati'.

Usai berorasi dan melakukan teatrikal, ratusan mahasiswa melanjutkan aksinya dengan salat jenazah berjamaah di tepi jalan. Akibatnya, aksi ini memacetkan arus lalu lintas di Jalan KDP Slamet.

"Kita laksanakan salat jenazah karena kami dan rakyat Indonesia sedang berduka. Negara yang kami harapkan dapat menjadi pengayom justru menekan kami. Negara tidak mengerti penderitaan kami dengan seenaknya menaikkan harga BBM," teriak koordinator aksi, Samsul Bachri seusai salat jenazah kepada wartawan, Senin (12/5/2008).

Samsul menambahkan, seluruh mahasiswa di Kediri telah menyatukan visi menolak rencana kenaikan harga BBM. Dia menyebutkan, rakyat saat ini sudah menderita dengan susahnya mendapat pekerjaan.

Puas melakukan aksinya, ratusan mahassiwa long march menuju ke Gedung DPRD Kota Kediri, yang berjarak sekitar 2 Km. Mahasiswa menuju ke gedung dewan menyampaikan aspirasinya.

Sesampai di gedung dewan, ratusan mahassiwa diterima Ketua Komisi A Heru Anshori dan Wakil Ketua DPRD Arifin Asror. Dalam sambutannya, anggota dewan hanya bisa berjanji untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat.

"Kami di daerah tidak bisa memberikan apa-apa. Kalau kalian ingin bukti kami akan fax tuntutan kalian ke pemerintah dan kami berjanji akan melakukannya," kata Heru dengan suara lantang dan disambut sorakan mahasiswa.

Aksi mahasiswa pun berakhir dengan tertib setelah puas mendapat jawaban dari anggota dewan. (fat/fat)
Berita Terkait