Sejumlah aktifis dari KAMMI Daerah Jember menggelar aksi dari duble way Universitas Jember menuju bundaran DPRD Jember, Senin (12/5/08). Mereka berjalan kaki serta mendorong sepeda motor lambang penolakan kenaikan harga BBM.
Dalam orasinya, salah seorang pendemo Zulfikar mengatakan agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM. "Karena akan ada berapa lagi orang msikin di Indonesia, berapa banyak pedagang yang akan menjerit dan berapa banyak orang yang akan kehilangan pekerjaan," teriaknya.
Zulfikar menambahkan pemerintah membuat kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. "Pemerintah jangan membodohi rakyat," ujarnya.
Dalam aksinya, selain menyampaikan penolakan pada kenaikan harga BBM, mereka juga meminta pemerintah mengoptimalkan sumber energi alternatif, pemerintah lebih berpihak pada rakyat kecil dan menasionalisasi aset-aset yang dikuasai pihak asing.
"Hanya ada satu kata tolak kenaikan BBM," tegas Zulfikar. (fat/fat)











































